Terlalu Banyak Garam Itu Jadi Asin

Segala sesuatu yang berlebihan pastinya tidak akan baik, begitu halnya dengan garam. Terlalu banyak kadar garam dalam tubuh seseorang ternyata membuatnya rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit. Namun sayangnya, di Indonesia ini garam termasuk pada jenis bumbu yang digemari untuk menambah citarasa masakan. Yah..mau ga mau harus lebih disiplin diri dalam menggunakan garam😀

Garam merupakan suatu mineral yang terdiri dari natrium dan klorida, dengan perbandingan 40% Natrium dan 60% Klorida. Ion natrium klorida ini dalam jumlah kecil diperlukan oleh tubuh untuk mengatur kadar air di dalamnya, selain itu natrium juga diperlukan untuk membantu proses transmisi impuls saraf ke otak, juga membantu pada proses kontraksi dan relaksasi otot tubuh kita. Salah satu sifat natrium adalah mampu menarik cairan, sehingga konsumsi natrium dalam garam yang berlebihan  dapat menyebabkan penahanan air berlebihan dalam tubuh.

Penggunaan garam yang berlebihan dapat meningkatkan kandungan sodium dalam tubuh yang dapat memicu efek buruk terhadap kesehatan. Meskipun tubuh membutuhkan mineral seperti halnya garam, nmun konsumsi berlebihan justru akan menimbulkan kerentanan tubuh terhadap beberpa penyakit, misalnya :

Hipertensi

Konsumsi garam yang tinggi terbukti dapat meningkatkan tekanan darah., yang dapat memicu timbulnya penyakit lain seperti jantung, dan stroke.

Gangguan Kadiovaskuler

Penyakit kardiovaskular merupakan suatu istiah untuk menyebut penyakit yang berkaitan dengan jantung (kardio) dan pembuluh darah (vascular). Penyakit kardiovaskular ini menjadi rentan pada tubuh dengan asupan garam berlebih karena hal ini berkaitan pula dengan tekanan darah tinggi.

Stroke

Penelitain menyebutkan bahwa mengurangi 1 gram asupan garam, dapat menekan resiko stroke hingga seperenam, berlaku pula untuk  keplipatannya.

Hipertrofi Ventrikel Kiri dan Pembengkakan Jantung

Mungkin beberapa orang tidak mengalami hipertensi meskipun mengkonsumsi garam berlebihan, namun dari rekam medis menyebutkan bahwa orang-orang tersebut sangat rentan terhadap resiko pembengkakan jantung atau hipertrofi ventrikel kiri, yaitu pembesaran jaringan otot dinding jantung.

Peningkatan Cairan Tubuh

Natrium adalah zat yang terkandung dalam garam. Jika konsumsi garam meningkat, otomatis meningkat pula jumlah Natrium dalam tubuh. Karena sifatnya menarik cairan, maka jumlah nya yang berlbih akan menarik cairan berlebih pula dalam tubuh, sehingga akan menyulitkan fungsi ginjal untuk menyaring kelebihan garam tersebut. Hal ini berakibat pada menumpuknya jumlah cairan dalam tubuh, yang kadang menyebabkan terjadinya pembengkakan di sekitar jantung.

Gangguan sistem pencernaan

Kelebihan garam dapat mengganggu proses pencernaan makanan, misalnya luka lambung, kanker lambung dan perut, dan penurunan pepsin.

Masalah Rambut

Ternyata garam berpengruh juga pada pertumbuhan rambut. Terlalu banyak konsumsi garam dapat berpengaruh pada kerontokan dan uban rambut.

Peningkatan Sekresi Empedu

Ketika kita menyantap makanan dengan kadar garam yang tinggi, maka sekresi empedu akan meningkat. Hal ini berakibat meningkatnya densitas darah, sehingga vitalias menurun, dampaknya dapat dilihat juga pada bibir yang pecah-pecah.

Osteoporosis

Kelebihan garam akan mencegah penyerapan kalsium dalam tubuh. Dampaknya adalah pada tulang dan gigi, salah satunya beresiko osteoporosis.

Lalu apa indikasinya apabila tubuh kita terlalu banyak mengkonsumsi garam ? Beberapa indikasinya antara lain :

Tekanan Darah Naik

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahawa meningkatnya asupan garam maka meningkat pula natrium dalam tubuh, yang berakibat terganggunya fungsi ginjal untuk menyaring air. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air dalam tubuh akan memicu naiknya tekanan darah.

Mudah Haus

Ketika terlalu banyak garam dalam tubuh, maaka tubuh akan memerlukan lebih banyak air untuk mencairkan kandungan garam dalam darah. Sehingga kita kan merasa mudah haus.

Kembung

Sifat Natrium yang dapat menarik cairan membuat cairan tertampung di dalam tubuh, salah satu efeknya dalah kembung.

Jarang Buang Air Kecil

Ginjal akan membantu mengencerkan garam dalam tubuh dengan cara memperlambat produksi urin, akibatnya kita jadi jarang buang air kecil .

Asupan garam setiap individu berbeda-beda, tergantung dari usia dan juga kondisi kesehatan masing-masing. Asupan natrium yang direkomendaiskan adalah sebesar 1.500 mg hingga 2.300 mg per hari. Sedangkan badan kesehatan dunia WHO menyarankan asupan natrium setiap orang adalah satu sendok teh atau sekitar 2,323 mg natrium atau sekitar 5 gram garam setiap harinya.

Semoga bermanfaat🙂

Sumber : Kompas dan Yahoo, dengan berbagai perubahan.

11 thoughts on “Terlalu Banyak Garam Itu Jadi Asin

  1. kalo saya emang sengaja ngurangin konsumsi garam beberapa bulan terakhir mba. awalnya utk diet, krn buat diet yang tinggi garam ga baik. lama2 ga tahan deh kalo makananny kebanyakan garam.

      • tahun lalu kan aq sering sakit tuh mba, nah makan bener2 harus di jaga. ga pedes, ga asem, ngejaga asupan gula juga garam. eh, ternyata ngefek nurunin berat badan lho mba.
        waktu baca artikel ngurangin asupan garam bagus buat diet, jadinya keterusan deh.
        lumayan bisa turun beberapa kg.
        tapi kalo skrg udah ga begitu pantang macem2.
        mba pengen diet juga?.

      • kalau untuk diet sih sebenernya belum begitu pengen, karena berat badanku sebenarnya kurang😀
        tapi beberapa bulan lalu ayahku meninggal karena pembengkakan jantung, waktu itu saran dokter untuk mengurangi asupan garam, cari-cari artikel ternyata banyak juga yang senada, jadi semakin semangat deh untuk ngurangin garam, demi kesehatan🙂

      • awal2 sih g enak mba,,,tp kalo udah biasa nanti masakan yg di anggap pas sama orang malah keasinan di lidah.
        innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
        ayahku jg udah meninggal mba. semoga kelurga selalu dalam lindungan&keridhoaanNya.

      • Jadi semakin semangat mencoba😀
        kita sama-sama ya Citra,
        aamiin semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi anak yang sholehah, yang dapat menjadi tabungan kebaikan untuk ayah kita🙂
        Semangat

  2. aku tidak menyukai makanan yang terlalu asin, tapi yang tawar juga tidak enak.. heheh jadi yang sedang2 saja lebih mantap.

    semua kalo terlalu juga tidak baik ya,, termasuk garam,

    trimakasih dah berbagi,, jadi tambah ilmu deh ..

    salam🙂

    • hehe..tapi gak gitu-gitu juga kalii. Itu kan baru salah satu efeknya, sedangkan masih ada beberapa efek negatif lainnya, takutnya nanti gak cuma tekanan darahnya aja yang berangsur naik, tapi efek negatif lainnya jadi ikut berpotensi meningkat..😦
      kalau untuk hipotensi kan ada treatmentnya sendiri gan🙂

      but aniway, thanks komennya ya, semoga humble opinion saya ini bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s