Syukurilah, How Bad Your Life Going On

Pagi ini walaupun mendung, yang namanya pasar tetep aja ramai. Entah tukang parkir yang teriak-teriak-teriak ngasih aba-aba parkir, entah ibu-ibu gendut yang marah-marah karena nawar barang ga dapet😀, entah ibu penjual baju dengan dagangan yang masih di motor yang dari tadi pencet-pencet klakson minta jalan, dan segepok kesibukan lain yang memang sudah wajar terjadi di pasar.

Di tengah hiruk pikuk nya pasar, saya dan Ibu saya juga harus terlarut dalam suasana yang aduhai itu (lebay :D). Jalan kesana-kesini, dari pedagang satu ke pedagang lain, say “hei” ke orang yang dikenal, ketemu mbak-mbak SPG yang cantik-cantik yang selanjutnya justru menjadi perhatian saya.

Mbak-mbak SPG yang mungkin masih seumuran dengan saya itu sibuk mengitari pasar. Dengan senyum ramahnya menawarkan teh, balsem, kopi instan, dan macam-macam barang yang belum branded itu. Sambil sesekali tersenyum genit ke pak penjual buah, pastinya berharap mereka tertarik dan sedikit mengurangi barang dagangan yang ada di tangan mereka.

Saya perhatikan sejenak mbak-mbak SPG itu. Terbayang bagaimana tiap hari mereka harus berbecek-becek di pasar tradisional, pindah dari pasar satu ke pasar yang lain, kalau pas panas kepanasan, kalau pas hujan rela becek-becekan. Ga peduli hari itu hari apa, tanggal merah atau bukan. Entah berapa penghasilannya, yang pasti bergantung dari laku atau tidak nya dagangan yang mereka tawarkan.

Di ujung yang lain, ketemu dengan mas-mas dengan segepok brosur pengobatan alternatif. Ya ampun, dibayar berapa ya mereka, kok mau-maunya keliling pasar membagikan brosur ke setiap orang pasar. Padahal kan belum tentu mereka sendiri yakin dengan keampuhan dari isi brosur yang mereka bawa.

Subhanallah, jadi inget nasehat seorang teman ketika waktu itu saya dengan bersemangat menyisipkan keluh di sela curhatan kami😀. Katanya, “mbak coba deh ke pasar, atau ke tempat pembuangan sampah, trus perhatiin deh orang-orang yang jauh lebih kurang beruntung daripada kita. Nanti  pasti malu deh kalau ngeluh terus.”

Dan rupanya hari ini saya membuktikan. Ternyata benar, malu juga kalau saya yang masih punya ibu, dan keluarga yang utuh, masih bisa kerja tanpa harus keliling pasar becek-becekan, panas-panasan, masih tetep dapet gaji walaupun sering bolos kerja, masih bisa tidur nyenyak pas hari libur, masih bisa makan kenyang, masih bisa kemana-mana bawa motor sendiri, tapi masih sering ngeluh karena ga bisa libur kerja pas hari sabtu, ngeluh karena belum bisa beli jaket, ngeluh karena belum bisa beli baju lagi, ngeluh karena ban motonya sering bocor, ngeluh karena belum bisa beli sepatu lagi, ngeluh karena bosen kerja, ngeluh karena patah hati 😀, and many other complaints.

Kalau saja saya lebih bersyukur, ternyata masih lebih banyak hal positif yang masih bisa saya syukuri. Bersyukur karena masih bisa kerja walaupun hari sabtu, coba jadi mereka yang harus tiap hari kerja ga peduli itu hari apa, tanggal berapa, tanggal merah apa bukan, atau jadi mereka yang bisa libur hari sabtu tapi tidak punya keluarga seperti yang saya miliki. Bersyukur karena masih punya jaket, baju, dan sepatu walaupun ga baru, coba kalau jadi mereka yang jangankan mau beli jaket atau baju baru, untuk makan saja harus nunggu dagangan laku, atau jadi mereka yang ga pernah bisa beli sepatu baru karena kakinya sakit dan tidak memungkinkan untuk pakai sepatu. Bersyukur meskipun ban bocor, coba jadi mereka yang kemana-mana harus jalan kaki kepanasan. Bersyukur meskipun patah hati, karena di saat itu justru saya jadi mengerti dan lebih mengenal siapa saja sebenarnya orang-orang yang benar-benar tulus menyayangi saya🙂

Ya Allah ternyata masih banyak sekali yang bisa saya syukuri. Lebih gampang mengeluh ya daripada bersyukur atas apa yang kita punya. Pasti pemandangan yang tadi saya lihat di pasar bukan kebetulan semata, semoga menjadi catatan agar saya lebih bersyukur, Syukurilah how bad your life going on🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s