Bicara Cinta

Mempertahankan Cinta

Semua orang pasti pernah jatuh cinta, entah cinta biasa atau pun cinta yang tak biasa. Namun tak banyak dari mereka yang membawa cinta kepada akhir yang membahagiakan. Dikhianati, mengkhianati, disakiti, menyakiti sepertinya sudah menjadi satu paket lengkap. Ironis memang ketika mereka yang tengah terbuai cinta bisa saling memuji dan menjaga, namun ketika cinta yang dulu pernah mereka banggakan itu sirna yang entah oleh sebab apa tiba-tiba mereka menjadi 2 jiwa yang saling membenci, menyalahkan, dan tak mau saling mengenal. Bahkan tak jarang ending nya menjadi seperti kisah romance Romeo-Yuliet. Masih mending kalau di kisah itu yang 1 meninggal yang lain ikut meninggal, kalau ini yang 1 meninggal yang lain kawin lagi..ups. Itulah cinta, mahir sekali dia membolak balikkan perasaan manusia-manusia yang ia singgahi.

Ketika cinta harus memilih, juga rasanya tak kalah sangar. Kadang kala dalam hubungan yang telah terjalin lama, mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit. Dan menjadi bagian yang “tidak kuasa dipilih” alias dilewatkan pun tak kalah menyakitkan. Namun sekali lagi, bicara cinta, semestinya kita bicara kasih sayang, pengorbanan, kebaikan, dan pastinya mengalah.

Sejatinya, ada banyak nilai yang (semestinya) bisa dipetik dari cinta, entah itu cinta yang membawa ending baik, ataupun cinta yang membawa ending menyakitkan, yang kesemuanya sebenarnya terjadi bukan tanpa rencana, pastinya Rencana Tuhan. Namun tak terpungkiri amat sulit memang untuk bisa berfikir jernih, mencari sisi positif dari setiap hal tidak enak yang kita rasakan.

Belajar teori pengorbanan mungkin mudah, di sekolah dulu kita juga pernah mendapat teori itu. Dan mungkin sekarang lah praktiknya. Belajar teori keikhlasan mungkin mudah, kita sering mendapat teori itu dari pelajaran agama, namun bagaimana dengan prakiknya? Dan mungkin saat inilah salah satu momen yang diberikan kepada kita untuk mencoba menerapkannya. Memberi nasihat tentang kedewasaan mungkin mudah, kita sering meng-atas namakan kedewasaan setiap  memberi advice pada sahabat atau teman kita yang kebetulan saat itu tengah bermasalah. Namun bagaimana dengan prakteknya pada diri kita sendiri? Dan mungkin saat inilah kita diberi kesempatan untuk mencoba menerapkan apa yang pernah kita nasihatkan pada orang lain. Teori mengalah memang mudah, namun apakah selama ini kita pernah mengalah untuk orang lain?.

Semua memang tidak mudah, namun dari proses itu kita belajar. Layak atau tidak kita untuk menjadi lebih baik, semua kembali kepada pribadi yang menjalani itu. Tak terlepas dari itu, adalah pasrah karena segala sesuatu bukan tanpa rencana, dan telah ada Sutradara terbaik untuk setiap kisah yang kita mainkan.

Semua karena ku sanggup

4 thoughts on “Bicara Cinta

  1. *Semua memang tidak mudah, namun dari proses itu kita belajar. Layak atau tidak kita untuk menjadi lebih baik, semua kembali kepada pribadi yang menjalani itu*

    mantap juga kutipan kata2 itu…….

    bicara cinta..
    aishh… (penuh misteri )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s