Tuhan, Kuatkan Aku

Tidak dibutuhkan iman yang kuat, untuk berharap dalam kesejahteraan.

Tapi bukan sembarang iman, yang mampu tetap berharap dalam kekurangan dan kelemahan.

Tidak dibutuhkan hati yang indah, untuk memaafkan kesalahan orang yang memperkayanya.

Tapi bukan sembarang hati, yang mampu memaafkan orang yang dikasihi dan dibantunya, tapi yang berkhianat dan melukainya.

Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melangkah maju dan menyampaikan keaslian perasaan cinta Anda kepadanya.

Dan,

Dibutuhkan keberanian yang lebih besar untuk memintanya hidup berbahagia dan menua bersama Anda.

Tapi,

Dibutuhkan keberanian yang sangat mengagumkan besarnya untuk mundur dan membebaskan orang yang Anda cintai, jika kebersamaan dengannya hanya akan memburukkan kehidupan Anda berdua.

Cinta adalah tenaga kehidupan, yang hanya berperan baik bagi jiwa-jiwa yang saling mentautkan hati dalam persahabatan yang mesra dan penuh hormat.

Jika Anda diharuskan memilih antara cinta dan kebahagiaan, selalu pilihlah kebahagiaan.

Karena,

Di mana ada cinta, seharusnya ada kebahagiaan.

Kata-kata di atas adalah sebuah quote milik Pak  Mario Teguh. Sungguh begitu memiliki arti yang dalam. Ketika kebersamaan yang terjalin selama hampir 3 tahun terakhir ini harus kami relakan demi sebuah pengabdian, pengabdian anak pada orang tuanya. Memang sudah bukan jamannya lagi, namun ini sebuah kenyataan. Allah memilih kami untuk menjalani peran ini, ketika tiba di ujung jalan, semuanya memang harus dikembalikan kepadaNya. Bukan karena tanpa usaha, namun kali ini usaha kami sudah sampai pada titik terakhir.

Tak ada  yang akan rela melepas orang yang dikasihinya untuk orang lain. Namun yang terjadi saat ini adalah sebuah nilai pengorbanan. Ketika kita sungguh menyayanginya, kita tak akan mebiarkan dia bingung, tidak akan mebiarkan dia tertekan, tak akan membiarkan dia merasa bersalah dan berdosa kepada orang tuanya. Aku melepasmu bukan karena aku rela, tapi karena aku sungguh menyayangimu.

Ya Tuhanku, Engkau yang mengijinkan kami bertemu,kami bersama bahkan hingga sampai saat yang Kau tentukan.
Engkau yang memilih kami untuk mejalani peran yang Engkau pilihkan Ya Allah,
Sungguh ini berat, namun Kami yakin, Engkau memilih karena kami mampu

Berikan Aku kekuatan Ya Allah.

Jika hatimu begitu tulus memaafkannya, itulah cinta.

Jika hatimu begitu menderita karenanya tetapi kamu tetap mendoakan kebahagiaan untuknya, itulah cinta.

Jika hatimu menangis karena tak sanggup kehilangannya, tapi kamu mengantar kepergiannya dengan senyum, itulah cinta.

Pedih tapi jernih
Sulit tapi indah
Terluka tapi mulia

2 thoughts on “Tuhan, Kuatkan Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s